Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan 2019

Bulan suci Ramadhan tahun 2019 insya Allah akan dimulai pada hari senin, tanggal 6 Mei 2019, ini mengacu pada perhitungan di Saudi Arabia dan berakhir pada tanggal 4 Juni 2019 atau lebih tepatnya di hari selasa (selama 29-30 hari). Perlu diketahui kepada sahabat Islam yang membaca, ini adalah tanggal yang belum pasti (tentative), karena tanggal yang sebenarnya akan bergantung pada hasil pengamatan hilal bulan ramadhan yang akan mendatang.

       Daftar Isi       
  1. Pengantar
  2. Pengertian
  3. Sejarah Singkat
  4. Keutamaan
  5. Amalan-amalan
  6. Kesimpulan

Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan



Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji syukur atas segala limpahan rahmat dan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua sehingga pada hari ini saya diberi kesempatan untuk membagikan artikel tentang bulan yang penuh dengan limpahan rahmatnya yaitu bulan suci Ramadhan.

Shalawat serta salam senantiasa kita haturkan kepada Nabi akhir zaman, Sang pencerah, Rasulullah Muhammad ﷺ beserta Keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang mendapat syafaatnya di يوم القيامة (Yaumul-Qiyamah/Hari Kebangkitan) nanti, Amiin ya Robbal 'alamin.

Pengertian - Bulan Ramadhan

Ramadhan (Arab: رمضان) yang dikenal juga sebagai ramzan, Ramadan, dan/ atau Ramathan. Ramadhan adalah bulan ke-9 pada kalender Islam (Hijriyah). Kata Ramadhan diambil dari kata ر م ﺿ (ra mi dha) yang secara harfiah diterjemahkan sebagai "Panas yang Menyengat".

Sejarah Singkat - Bulan Ramadhan

Bulan Ramadan adalah turunnya Al Quran, Petunjuk bagi umat manusia, dan pembuktian adanya Nabi dan Rasul, sebagai tuntunan hidup, dan penentu yang haq dan yang batil. Seluruh umat Islam wajib berpuasa di bulan Ramadhan, dan siapapun yang sedang sakit atau dalam perjalanan, boleh tidak berpuasa dan diwajibkan mengganti pada hari yang lain. Kemudian bagi wanita harus menyelesaikan menstruasi terlebih dahulu, setelah itu wajib menggantinya setelah Ramadhan. Maha Terpuji bagi Allah yang memberikan Toleransi kepada Umatnya.

Mengenai sejarah Ramadhan, bangsa Babilonia yang budayanya berdominan di bagian utara Jazirah Arab menggunakan perhitungan tahun berdasarkan matahari dan bulan (luni-solar calendar), dan bulan kesembilan ini selalu jatuh pada musim yang dimana waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malam serta memiliki cuaca panas yang menyengat. Bulan tersebut mengalami masa yang sama dan selalu terjadi berulang-ulang, sehingga hari-hari atau bulan itu disebut dengan bulan Ramadhan yang artinya panas yang menyengat/menghanguskan.

Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-ratanya 11 hari lebih pendek dari kalender yang berbasiskan Matahari, bulan Ramadhan tidak lagi selalu bertepatan dengan musin panas. Kini orang yang memahami "panasnya" di bulan Ramadhan hanyalah sebagai kiasan saja. Karena hari-hari dibulan Ramadhan orang yang berpuasa, tenggorokan terasa panas dan kering karena tidak minum atau kehausan.

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, dimana umat Islam meyakini bahwasanya Rasulullah ﷺ menerima Wahyu Al-Qur'an. Bulan Ramadhan, merupakan bulan yang dimana saat itu seluruh muslim didunia diperintahkan untuk berpuasa, adapun perintah tersebut ada didalam ayat Al-Qur'an sebagai berikut:

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur. [Qs. 2/Al-Baqarah:185]
Puasa (Arab: صوم) Transliterasi: Shaum.
Puasa bermakna menahan diri. Menahan diri yang dimaksudkan adalah menahan diri dari rasa lapar, haus, berkelakuan buruk, nafsu, dan emosi. Puasa adalah Rukun ke-3 dari 5 Rukun Islam.

       Rukun Islam       
  1. Mengucap 2 Kalimat Syahadat
  2. Mendirikan Sholat 5 Waktu
  3. Berpuasa di Bulan Ramadhan
  4. Mengeluarkan Zakat
  5. Menunaikan Haji (Bagi yang Mampu)

Keutamaan - Bulan Ramadhan

Ramadhan menjadi salah satu bulan yang paling dinanti-nantikan oleh orang yang beriman, karena pada bulan Ramadhan segala macam pahala yang bernilai besar dapat diraih dengan mudahnya serta Allah سبحانه وتعالى lipat-gandakan insya Allah.

Kemudian salah satu ibadah yang paling mengagumkan dan merupakan karunia terbesar dari Allah سبحانه وتعالى dibulan Ramadhan adalah terdapat disuatu malam atau disebut dengan malam kemuliaan, yang dimana malam kemuliaan tersebut lebih baik dari seribu bulan, itulah Lailatul-Qadr. Adapun firman Allah سبحانه وتعالى  didalam Al-Qur'an tentang malam kemuliaan sebagai berikut:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." [Qs. 97/Al-Qadr:1-5]

Sebagai umat Muslim hendaknya kita memahami apa saja keutamaan dari bulan Ramadhan dari setiap ibadah-ibadah yang Allah سبحانه وتعالى perintahkan. Adapun berikut ini adalah keutamaan ibadah dibulan suci Ramadhan:

★  Keutamaan  
  1. Syahrul Qur'an (Bulan Al-Qur'an)
    Keutamaan bulan Ramadhan pertama yaitu diwahyukan/diturunkannya Al-Qur'an kepada Rasulullah Muhammad ﷺ. Adapun penjelasan tersebut terdapat pada firman Allah pada ([Qs. 2/Al-Baqarah:185]) dan ini sudah kita bahas sebelumnya di bagian sejarah singkat bulan Ramadhan

  2. Syahrul Ibadah (Bulan yang penuh dengan kegiatan ibadah)
    Keutamaan bulan Ramadhan yang kedua yaitu sebagai bulan yang penuh dengan kuantitas ibadah umat Muslim, baik itu ibadah wajib maupun sunnah

  3. Syahrun 'azim Mubarakh (Bulan yang agung dan penuh dengan keberkahan)
    Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa sesungguhnya Rasulullah bersabda:

    “Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah, diwajibkan atas kamu untuk puasa, dalam bulan ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu,” [HR. Ahmad, An-Nasa-i, Shahih al-Bukhari (II/227)]

  4. Syahrul Maghfirah (Bulan Penuh Ampunan)
    Berpuasa di bulan Ramadhan menjadi salah satu utama dihapuskannya dosa-dosa yang telah lalu, sebagaimana hadits yang terdapat didalam As-Shahihain dari Abu Hurairah Radiyallahu 'Anhu, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda:

    "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala (dari Allah سبحانه وتعالى), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" [Hadits Shahih al-Bukhari (II/228)] 

  5. Syahrut-Tarbiyah (Bulan Pendidikan)
    Bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan yang mendidik umat Muslim, seperti membiasakan diri untuk senantiasa dalam keadaan sabar dan mencoba selalu untuk membina akhlak dan ketakwaan, Rasulullah ﷺ bersabda:

    "Puasa itu adalah perisai bagi diri sendiri, jika suatu hari salah seseorang diantara kalian berada didalam keadaan sedang berpuasa, maka hendaknya dia tidak berkata kotor dan berteriak-teriak. Jika seseorang mencaci makinya, hendaklah ia mengatakan 'sesungguhnya aku sedang berpuasa'." [Hadits Shahih Al-Bukhari]

  6. Syahrul Judd (Bulan Kemurahan Hati)
    Bermurah hati dibulan Ramadhan harus diutamakan. Bermurah hati yang dimaksud ialah saling menolong dan membantu sesama, baik tolong menolong dalam sebuah kegiatan maupun dari segi ekonomi (sedekah). Adapun haditsnya sebagai berikut:

    Anas radhiyallahu’anhu menyampaikan, ditanyakan kepada Rasulullah, “Sedekah manakah yang paling utama ?” jawab Rasulullah, “Sedekah di bulan Ramadhan,” [HR. At tirmidzi]

  7. Syahrul Jihad wal Falaah (Bulan Jihad dan Kemenangan)Pada masa Rasulullah ﷺ jihad perperangan banyak terjadi dibulan Ramadhan dan kemenangan umat Islam diraih pada masa itu. Adapun penjelasan lainnya juga mengatakan bahwa jihad yang dilakukan pada masa ini adalah perperangan melawan hawa nafsu di bulan suci Ramadhan, serta kemenangan yang diraih berada dihari Idul Fitri.

  8. Bulan yang dimana segala macam amal sholeh dilipat-gandakan
    Keutamaan yang satu ini, sangat diincar oleh umat Muslim yang beriman. Adapun dalam riwayat Imam Muslim disebutkan:

     "Setiap amal yang dilakukan anak Adam akan dilipat-gandakan. Satu kebaikan akan dilipat-gandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Lalu Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku lah yang memberi ganjarannya. Orang yang berpuasa meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku semata'." [Hadits Shohih Muslim (II/807) Kitaabush Shiyaam pada bab Fadlush Shiyaam]

  9. Terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan (Lailatul-Qadr)
    Keutamaan yang ini adalah salah satu ibadah yang merupakan karunia besar dari Allah سبحانه وتعالى dibulan Ramadhan adalah terdapat disuatu malam atau disebut dengan malam kemuliaan, yang dimana malam kemuliaan tersebut lebih baik dari seribu bulan, itulah Lailatul-Qadr. Adapun ini sudah kita bahas pada pembukaan bagian Keutamaan bulan Ramadhan. Kemudian, Allah berfirman didalam Al-Qur'an sebagai berikut:

    "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." [Qs. 97/Al-Qadr:1-5]

  10. Kesehatan Jasmani dan Rohani
    Keutamaan terakhir yang kita bahas adalah keutamaan berpuasa sebagai penjaga kesehatan. dibulan Ramadhan, Allah سبحانه وتعالى memberikan salah satu anugrah terbesarnya berupa kesehatan. Sebagaimana yang kita ketahui, makan dan minum adalah kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Tetapi kenapa dengan berpuasa ini malah memberikan dampak yang sangat baik? Maha Terpuji bagi Allah سبحانه وتعالى yang telah memberikan mukjizatnya.

    Tidak hanya mendapatkan pahala saja, berbagai penelitian diseluruh dunia telah mengungkapkan bahwa seseorang yang berpuasa akan mendapatkan kesehatan jasmani dan rohani. Adapun berikut ini adalah beberapa manfaat dari berpuasa yang berdampak baik bagi kesehatan tubuh manusia:

    ∘ Membakar lemak tubuh
    ∘ Memperbaiki sensitifitas insulin
    ∘ Memberikan waktu istirahat pencernaan tubuh
    ∘ Membuat wajah lebih bersih dari jerawat
    ∘ Pikiran selalu terjaga dari hal-hal yang negatif
    ∘ Mengobati berbagai penyakit seperti magh 

Amalan - Bulan Ramadhan


Bismillahirrahmanirrahim, sobat Muslim dimanapun kita berada semoga selalu berada didalam lindungan Allah سبحانه وتعالى , Amiin ya Robbal 'alamiin. Berikut ini adalah beberapa amalan yang ada dibulan Ramadhan dan antara lainnya adalah: 

★  Amalan  
  1. Puasa
    Amalan yang pertama dan utama di bulan Ramadhan adalah berpuasa.
    Puasa (Arab: صوم)
     Transliterasi: Shaum. Puasa bermakna menahan diri. Menahan diri yang dimaksudkan adalah menahan diri dari rasa lapar, haus, berkelakuan buruk, nafsu, dan emosi. Adapun Allah 'Azza wa Jalla berfirman didalam Al-Qur'an:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

    "Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa" [Qs. 2/Al-Baqarah:183]

  2. Qiyamu Ramadhan (Sholat Tarawih)
    Amalan yang kedua adalah sholat tarawih. Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jama' dari تَرْوِيْحَةٌ yang diartikan sebagai "waktu sesaat untuk istirahat".  Sholat tarawih dilakukan setelah sholat fardu Isya' hingga sebelum fajar, dengan salam ditiap dua raka'at.

    Banyak diantara sobat Muslim yang bertanya tentang "Sholat tarawih manakah yang diikuti, yang 11 raka'at atau 23 raka'at?" Saya (penulis) adalah salah satu kader muda Muhammadiyah, jadi berikut ini yang saya sampaikan adalah penjelasan dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

    Sepanjang penelitian Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, hadits-hadits yang menerangkan tentang shalat tarawih 23 rakaat adalah lemah atau dla’if,. Shalat tarawih 23 rakaat, bahkan menurut Imam Malik 36 rakaat, adalah ijtihad ulama dan dipegang oleh sebahagian ulama atau hanya berpegang kepada hadits dla’if yang diperselisihkan oleh para ahli hadits.

    Muhammadiyah sesuai manhaj yang dipegangnya, dalam masalah shalat tarawih berpegang kepada hadits Nabi saw riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a. dan lain-lainnya yang shahih, tidak merujuk kepada pendapat ulama. Di antara hadits-hadits itu antara lain adalah:

    عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ كَيْفَ كَانَتْ صَلاَةُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلاَثاً [رواه البخاري ومسلم] .

    Artinya:
    Dari Abi Salamah Ibnu Abdir-Rahman (dilaporkan) bahwa ia bertanya kepada Aisyah tentang bagaimana shalat Rasulullah saw di bulan Ramadan. Aisyah menjawab: Nabi saw tidak pernah melakukan shalat sunnat (tathawwu‘) di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat.Beliau shalat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya, kemudian beliau shalat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau shalat lagi tiga rakaat ... [HR. al-Bukhari dan Muslim].

    Sumber Referensi : muhammadiyah.or.id
    Sumber Rujukan :
    - Disidangkan oleh tim Fatwa MTT pada hari Jum’at, 24 Zulqa'dah 1427 H / 15 Desember 2006 M.
    - Majalah Suara Muhammadiyah No. 24 tahun ke-82/1997
    - Buku Tanya Jawab Agama Jilid 1, Suara Muhammadiyah, 2015: 92-94.

  3. Shadaqah (Bersedekah)
    Bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan yang menghibur umat Muslim yang beriman. Bagaimana tidak, salah satu pintu dibuka lebar untuk mencari keuntungan pahala yakni melalui amalan bersedekah dibulan Ramadhan.

    Agama islam menganjurkan umatnya untuk menjadi umat yang dermawan. Adapun kedermawanan ini bisa teman-teman lakukan dengan bersedekah, karena dengan bersedekah inilah segala keberkahan akan didapati, dan janganlah teman-teman menjadi seseorang yang sulit untuk berbagi dan hanya ingin meminta saja. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ sebagai berikut:

    ‏اليد العليا خير من اليد السفلى واليد العليا هي المنفقة واليد السفلى هي السائلة

    “Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” [HR. Bukhari No.1429 dan Muslim No.1033]

    Sungguh, sangat diperkenankanlah kepada sahabat-sahabat untuk bersedekah. Sangat banyak manfaat yang didapatkan dengan bersedekah, antara lainnnya dengan bersedekah dapat menjauhi diri dari api neraka. Adapun haditsnya adalah sebagai berikut:

    اتَّقوا النَّارَ ولو بشقِّ تمرةٍ ، فمن لم يجِدْ فبكلمةٍ طيِّبةٍ

    “jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah” [HR. Al Bukhari No.6539 dan Muslim No.1016]

  4. Ber I'tikaf (Berdiam Diri di Dalam Masjid)
    Beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hukumnya Sunnah Mu'akkadah. Adapun 'Aisyah ra meriwayatkan tentang Rasulullah ﷺ ber'itikaf:

    "Nabi ﷺ beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga wafatnya, kemudian istri-istri beliau juga beri'tikaf setelah sepeninggalan beliau." [HR. Bukhari No.2016 dan Muslim No.1172]

    Adapun sahabat-sahabat sekalian perlu ketahui bahwa tujuan dasar Rasulullah ﷺ melakukan i'tikaf adalah untuk mendapatkan Lailatul Qadr.

  5. Tadarus Al-Qur'an
    Sudah kita bahas sebelumnya tentang Syahrul Qur'an (Bulan Al-Qur'an) adalah dibulan Ramadhan. Dengan begitu, hendaknya lah kita meningkatkan kuantitas dan kualitas membaca Al-Qur'an.

    Karena sungguh besar pahala yang didapatkan, terlebih lagi bila kita membaca Al-Qur'an tepat pada malam kemuliaan (Lailatul-Qadr). Walaupun sahabat masih terbata dalam membaca Qur'an maka Allah akan mengganjarnya dengan pahala 2 kali lipat. Adapun berikut ini adalah haditsnya:

    الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

    “Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala.” [Hadits Muttafaq ‘Alaih]

    Perlu diketahui, bahwa pahala 2 kali lipat didapatkan dari bacaan per-huruf. Adapun haditsnya sebagai berikut:

    مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ آلم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

    “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf.” [HR. At-Tirmidzi]  

  6. Perbanyak Istighfar, Dzikir, dan Berdo'a
    Saat dibulan Ramadhan gunakanlah seluruh waktu tersebut untuk beribadah, walau hingga tiap detiknya kita gunakan untuk beristighfar dan berdzikir ditiap hembusan nafas. Dan pergunakanlah waktu malam untuk beribadah kepada-Nya dan memohon ampunan

  7. Menunaikan Umrah
    Menunaikan umrah di bulan Ramadhan dinilai setara dengan melaksanakan ibadah Haji, adapun ini berdasarkan hadits Nabi ﷺ :

    عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ حَجَّةٌ

    “Umrah pada bulan Ramadhan menyerupai haji.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

    Kemudian didalam Hadits riwayat lain terdapat tambahan “Seperti haji bersamaku.” yang dimana ini menjadi  sebuah anugrah untuk dapat menunaikan ibadah bersama Rasulullah ﷺ .

  8. Menghidupkan Malam Kemuliaan (Lailatul-Qadr)
    Amalan yang ini adalah salah satu amalan yang merupakan karunia besar dari Allah سبحانه وتعالى dibulan Ramadhan yang terdapat disuatu malam atau disebut dengan malam kemuliaan, yang dimana malam kemuliaan tersebut lebih baik dari seribu bulan, itulah Lailatul-Qadr. Allah berfirman didalam Al-Qur'an sebagai berikut:

    "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." [Qs. 97/Al-Qadr:1-5]

    وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

    “Dan siapa shalat pada Lailatul Qadar did asari iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. Bukhari & Muslim]

    Malam Kemuliaan (Lailaitul-Qadr) terdapat di 10 hari terakhir Ramadhan, dan banyak diantara Ulama yang mengatakan bahwa hari tersebut adalah hari yang ganjil (21,23,25,27,29).

    Malam yang paling diharapkan adalah malam yang ke-27, sebagaimana yang diriwayatkan Muslim, dari Ubai bin Ka'ab RA :

    "Demi Allah, sesungguhnya aku tahu malam keberapa itu, malam itu ketika Rasulullah ﷺ  memerintahkan kami untuk sholat, yaitu malam ke-27." Dan Ubai bersumpah atas itu dengan mengatakan, "Dengan tanda dan petunjuk yang telah dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ mengatakan kepada kami, matahari terbit di pagi harinya dengan tanpa sinar yang terik/silau."

Kesimpulan - Bulan Ramadhan

الحمد لله ربّ العالمين (Segala Puji Bagi Allah, Tuhan seluruh Alam). Wahai Sahabat Muslimin wal Muslimath yang membaca, Puji syukur atas segala rahmat yang Allah limpahkan kepada kita semua, baik dari diri saya sendiri yang dapat menulis artikel ini hingga selesai dalam 2 hari dan bagi sobat-sobat sekalian yang bisa membacanya hingga selesai.

Sobat BroHabir, saya akan menyimpulkan sedikit. Kini, hendaklah kita semua mempersiapkan diri untuk menghadapi bulan Ramadhan yang akan mendatang nanti. Saya pernah mendengar dari salah satu media yang mengatakan bahwa "Bulan Ramadhan adalah Bulannya Kompetisi".

Kompetensi yang dimaksudkan disini adalah berlomba-lomba didalam kebaikan. Adapun ini termaktub didalam Al-Qur'anul Kariim:


ﻭَﻟِﻜُﻞٍّ ﻭِﺟْﻬَﺔٌ ﻫُﻮَ ﻣُﻮَﻟِّﻴﻬَﺎ ﻓَﺎﺳْﺘَﺒِﻘُﻮﺍْ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ ﺃَﻳْﻦَ ﻣَﺎ ﺗَﻜُﻮﻧُﻮﺍْ ﻳَﺄْﺕِ ﺑِﻜُﻢُ ﺍﻟﻠّﻪُ ﺟَﻤِﻴﻌﺎً ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ

"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Dimana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas Segala sesuatu. [Qs. Al-Baqarah/2/Ayat 148]

Oleh karena itu, bukan kah sebaiknya dari sekarang sudah kita berlatih dan  menyiapkan diri? Seperti melatih diri untuk berpuasa yang bisa dimulai dengan puasa senin kamis, seperti melatih diri untuk konsisten membaca dan mempelajari isi Al-Qur'an, dan seperti melatih diri dalam menjaga ketaqwaan kita kepada-Nya. Dengan begitu, Insya Allah kita berharap agar siap untuk bisa full time beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى .

Wallahu'alam

Cukup segini saja dari artikel saya tentang Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan 2019 ini, memang sengaja saya buat sebaik dan seawal mungkin untuk berharap agar bisa tertera di halaman utama pencaharian. Saya tidak mengharapkan yang macam-macam, saya sangat mengharapkan bahwa artikel yang saya bagikan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman dan menjadi amal Jariyah bagi diri saya, Wassalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh.



- Salam Ramadhan, Mohon Ma'af Lahir dan Batin.
- Salam Brother !

7 Komentar untuk "Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan 2019"

  1. Trims ulasannya. Gak terasa sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Smg kita semua bisa istiqomah

    BalasHapus
  2. Nggak terasa awal bulan depan udh masuk bulan Ramadhan, kayaknya baru saja kemarin ya mas?

    BalasHapus
  3. Mantul. Siap2 postingan ini dapat trafic tinggi

    BalasHapus
  4. Terima kasih posnya, Insha Allah kita menyambut bulan Ramadhan dan melewatinya dengan penuh lapang dada, dan keikhlasan, agar ibadah kita di bulan suci tersebut 100% adanya.

    BalasHapus
  5. Sangat banyak sekali keutamaan bulan ramadhan ya bro, dan di tiap akan dekatnya bulan ramadhan terasa udh berbunga hati. Dan hari2nya serta mlmnya bln ramadhan begitu semarak. Sehingga sehabis bulan itu terasa sunyi.

    BalasHapus
  6. wah nggak terasa ya ternyata bentar lagi puasa, jadi kangen keluarga di rumah nih gan, pengen pulang kampung bisa kumpul keluarga sahur dan buka bersama :)

    BalasHapus
  7. Mantep bgt nih Artikelnya. nambah wawasan :D

    BalasHapus

"Sebaik-baiknya netizen, ia yang memiliki adab berkomentar"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel