Kabut Asap: Pelajar Harus tetap Belajar

Tanggapan Pelajar atas Kebakaran Hutan dan Lahan

Musibah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada Kalimantan dan daerah sekitarnya masih menganggu aktifitas masyarakat dalam beberapa minggu ini. Hal ini tidak hanya berdampak bagi manusia saja, tetapi seluruh ekosistem termasuk tumbuhan dan satwa liar.

Apakah musibah ini hanya teruntuk bagi kami yang ada di Kalimantan? Saya katakan, Tidak! Karena kita tahu, bahwa Kalimantan adalah salah satu dari paru-paru dunia. Anda bayangkan bila salah satu dari organ manusia tidak dapat berfungsi sepenuhnya, apa yang terjadi? Maka, semua sistem yang terhubung akan mengalami gangguan juga. Begitu pula dengan apa yang TELAH terjadi pada negara tercinta, tempat tanah lahir, Indonesia yang katanya sebagai negara dengan berkepemilikan rerempahan terbanyak, kini telah dirusak oleh KEBIADABAN diri yang tidak bertanggung jawab.

Siapa yang dapat disalahkan? Saya tidak akan menjawab, karena tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan nilai positif kepada pelajar khususnya, dan menjauhi dari stigma negatif terhadap blog saya secara pribadi.

Sejujurnya, saya ingin menulis artikel ini dari awal saat terjadinya kebakaran yang ada di Kalimantan. Saya berpikir bahwa musibah ini terjadi hanya dikarenakan musim kemarau yang berkelanjutan. Tetapi tidak demikian, hal ini terjadi juga dikarenakan ulah tangan jahil manusia yang membuang puntung rokok ditanah gambut, bahkan ada yang sengaja membakarnya.

Tak ada asap, bila tak ada api. Tak ada Kopi, bila pohonnya habis terbakar.
Polusi udara yang terjadi dikarenakan api besar yang melahap apa saja yang ada dihadapannya. Polusi yang buruk kini berdampak pada ke-efektifan dalam proses belajar dan mengajar. Banyak sekolah-sekolah yang diliburkan dikarenakan pencemaran polusi udara yang sudah masuk pada tingkat "Berbahaya".

Lantas apa yang terjadi bila kualitas udara tidak membaik selama sebulan? Apakah selama sebulan, sekolah akan diliburkan juga? Terus bagaimana dengan proses pembelajaran yang sudah tertinggal? Tanamkan pertanyaan ini pada diri Anda. Inti dari pembahasan adalah tentang "Studying", belajar dan mengajar. Jangan jadikan libur darurat ini sebagai kesempatan untuk refreshing dan naikin rank Mobile legend.

Teman-teman, termasuk diri saya pribadi, tetaplah belajar akan materi-materi yang tertinggal. Gunakanlah sosial media sebaik mungkin, jadikan itu kesempatan didalam kesempitan ini. Tanyakan bila ada yang membingungkan kepada guru.

Memang kelihatannya tidak semudah seperti tulisan ini. Namun, itulah yang harus dilakukan. Selalu ada rintangan ketika ingin mengambil sebuah keputusan.

Selamat belajar dirumah, teman! Gapailah ilmu setinggi langit, walaupun langit tak bewarna biru, sebiru hatiku. Ups..

Salam Kolaborasi, Karya nyata tak selalu duduk dikursi!

Belum ada Komentar untuk "Kabut Asap: Pelajar Harus tetap Belajar"

Posting Komentar

"Sebaik-baiknya netizen, ia yang memiliki adab berkomentar"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel